曼城vs莱斯特城:Jalan lain menuju gelar juara

2019
05/23
09:08

名仕亚洲官网/ 名仕亚洲官网登录/ 曼城vs莱斯特城:Jalan lain menuju gelar juara

发布于2016年2月6日下午2点02分
2016年2月6日下午2:02更新

JUARA?曼彻斯特城市akan menghadapi莱斯特城迪阿提哈德体育场pada Sabtu,6 Februari。 Foto dari Twitter / @ MCFC

JUARA? 曼彻斯特城市akan menghadapi莱斯特城迪阿提哈德体育场pada Sabtu,6 Februari。 Foto dari Twitter / @ MCFC

雅加达,印度尼西亚 - Hanya empat tim yang pernah merasakan puncak klasemen sementara Liga Primer musim 2015/2016 ini。 Mereka adalah莱斯特城,曼城,阿森纳,丹曼彻斯特联队。 Tapi,tak ada yang sekonsisten Leicester。

Kekuasaan tim berjuluk The Foxes itu di puncak klasemen adalah yang paling lama。 Mereka menduduki singgasananya selama 10 pekan。 Bandingkan dengan Arsenal yang hanya dua pekan,Manchester City 9 pekan,atau United yang mengecap indahnya puncak klasemen hanya sepekan。

Dan kekuasaan Leicester tersebut tidak semuanya diraih melalui bentrok langsung dengan tiga tim itu。 Pasukan Claudio Ranieri justru kalah 2-5 dengan Arsenal,imbang tanpa gol dengan City,dan kembali imbang 1-1 dengan United。

莱斯特menunjukkan jalan lain menuju puncak klasemen:konsisten melawan tim-tim non favorit juara。 Melawan para raksasa,mereka cukup bermain seri。 Sebab,mereka akan“mengkompensasi”hasil seri tersebut ke pertandingan lainnya dengan hasil maksimal,tiga poin。

Sebaliknya,para raksasa justru kerap terjatuh saat melawan tim-tim menengah atau bahkan tim bawah。

Kesimpulan itu bukan tanpa dasar。 Di Liga Primer,Leicester adalah tim yang paling sedikit menderita kekalahan。 Hanya dua kali。 Bandingkan dengan City dan Arsenal yang menelan lima kekalahan,dan Manchester United enam kekalahan。 Saingan terdekat莱斯特hanya托特纳姆热刺杨tiga kali kalah。

Selain jarang kalah,Leicester lebih sering menang。 Di saat Arsenal seri melawan tim-tim kecil seperti Norwich City(1-1),Stoke City(0-0),dan kalah 1-2 melawan West Bromwich Albion,Leicester justru perkasa melawan Liverpool(2-0),Stoke(3) -0),丹切尔西(2-1)。

Pendek kata,klub yang bermarkas di King Power Stadium itu menerapkan filosofi kemenangan yang populer di dunia modern。 Kamu boleh kalah dalam pertarungan tapi kamu harus memenangkan peperangan。

Karena itu,menjamu Leicester di Etihad Stadium,pukul 19.45 WIB,Sabtu 6 Februari,manajer City,Manuel Pellegrini,menolak menyebutnya sebagai penentu gelar juara Liga Primer。 “Masih banyak yang akan terjadi setelah pertandingan ini,”Katanya seperti dikutip 。

Ya,决斗keduanya menandai pekan ke-25 Liga Primer。 Masih ada 13 laga lagi yang harus dihadapi kedua tim。 莱斯特,misalnya。 Pekan depan mereka gantian ditantang Arsenal di markas 枪手 ,酋长球场。

Begitu juga City。 议程laga mereka setelah menghadapi莱斯特justru lebih berat。 Mereka beruntun harus menghadapi tim peringkat ketiga马刺丹juara bertahan切尔西。

“Ini bukan pertandingan terbesar musim ini。 Kami bisa menang atau kalah di sini tapi gelar Liga Primer tidak akan berakhir di sini,“kata 。

Manajer asal智利itu mengisyaratkan konsistensi adalah yang utama。 Laga-laga tertentu tidak menjamin gelar juara。 Masalahnya,konsistensi justru adalah menjadi persoalan utama klub milik taipan Timur Tengah Sheikh Mansour tersebut。

Performa mereka tidak konsisten seiring absennya kapten Vincent Kompany。 Mereka juga kerap keteteran saat harus menjalani laga tandang。

Klub berjuluk The Citizens itu tidak meraih hasil maksimal menghadapi lawan-lawan yang levelnya berada di bawah mereka。 City keok 0-2 melawan Stoke City,ditahan seri 0-0 tim di zona degradasi Aston Villa,seri melawan tim papan 0-0 tengah everton,dan kalah 1-2 melawan West Ham di depan pendukungnya sendiri。

“Masih ada 39 poin yang tersedia untuk diperebutkan setelah pertandingan ini。 Siapa yang paling banyak meraihnya dia baru bisa disebut juara,“kata 。

Komentar Ranieri kurang lebih berada dalam koridor yang sama dengan Pellegrini。 “Rasanya pertandingan akan berakhir seri,”kata itu。

Skema serangan balik bakal repotkan City

Saat Chelsea masih ditangani Jose Mourinho,manajer asal Portugal itu mendata ada empat plot serangan Leicester。 Sepanjang latihan,John Terry dan kawan-kawan berlatih untuk meredamnya。

Tapi dalam pertandingan,Chelsea tetap kalah 1-2。 Dan dua gol tersebut terjadi persis seperti yang dibayangkan Mourinho。 Salah satunya,前锋Jamie Vardy berada sedikit jauh dari garis pertahanan untuk berlari cepat menyongsong assist tepat di depan mulut gawang。

Selain itu,klub milik亚洲足球投资itu juga lebih banyak mengandalkan serangan balik。 Terutama melalui dua sayapnya。 Dua gol莱斯特杨dilesakkan ke gawang利物浦pada 3 Februari lalu berasal dari skema tersebut。

Bahkan,hanya dibutuhkan dua umpan untuk bisa mencetak gol ke gawang Liverpool。 Winger Riyad Mahrez yang mendapat umpan dari bek melepas bola lambung ke depan。 Vardy berlari menyambutnya dan melepas tembakan voli dari luar kotak punti。

Rasanya,hampir semua manajer top Liga Primer juga mengetahui skema tersebut。 Tapi semuanya tak berdaya ketika berada di lapangan。

City yang kerap bermain dengan garis pertahanan tinggi bakal kerepotan menghadapi serangan balik cepat tersebut。 Apalagi salah satu senjata andalan Vardy adalah kecepatannya。 Begitu juga Mahrez。

Umpan-umpan terobosan bakal merepotkan dua bek City,Martin Demichelis dan Nikolas Otamendi。 Dengan Demichelis sudah melambat karena usia,praktis hanya Otamendi yang jadi andalan。 Dan Otamendi adalah salah satu penyebab City kebobolan gol kedua West Ham United pada 24 Januari lalu。

Pertahanan City memang dalam bahaya saat menghadapi para penyerang Leicester。 Tapi,City juga memiliki lini serang yang bagus。 Paket Sergio Aguero-Raheem Sterling,dan David Silva bakal mengancam gawang Kasper Schmeichel。 Untungnya,Kevin De Bruyne absen dalam laga ini karena cedera。

Namun,Ranieri masih menganggap para penyerang City lainnya menjadi ancaman serius。 “Pemain kunci mereka banyak。 Kami tidak bisa hanya fokus pada beberapa saja,“katanya。 -Rappler.com

BACA JUGA:

免责声明:本文来自名仕亚洲官网新闻客户端自媒体,不代表名仕亚洲官网的观点和立场。