4 pekerjaan rumah pemerintah untuk menggelar MotoGP di Indonesia

2019
05/23
09:16

名仕亚洲官网/ 名仕亚洲官网登录/ 4 pekerjaan rumah pemerintah untuk menggelar MotoGP di Indonesia

2016年2月5日下午8:16​​发布
2016年2月5日下午8:16​​更新

Foto suasana Sirkuit Sentul,di Bogor,Jawa Barat,pada 26 Januari 2016. Foto oleh Andika Wahyu / Antara

Foto suasana Sirkuit Sentul,di Bogor,Jawa Barat,pada 26 Januari 2016. Foto oleh Andika Wahyu / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Sampai saat ini,negoisasi untuk penyelenggaraan MotoGP di Indonesia masih memiliki kendala。 Tapi,pemerintah dan Dorna Sport SL terus melakukan pembicaraan。 Kedua belah pihak berkomitmen untuk tetap menggelar ajang balap motor paling populer sejagat tersebut。

Berdasarkan hasil rapat khusus yang dipimpin Presiden Joko“Jokowi”Widodo terkait Asian Games 2018 dan MotoGP,pemerintah sejatinya sudah memberi lampu hijau untuk balapan tersebut。

Namun,tampaknya pemerintah harus memilih。 Apakah membiayai MotoGP atau membantu pebalap muda Indonesia Rio Haryanto tampil di Formula1。

Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa menggelar balapan tersebut di Indonesia:

1. '继续'dari Sirkuit Sentul

Sirkuit Sentul tidak memenuhi standar MotoGP。 Karena itu,sirkuit tersebut harus direnovasi。 Pemerintah siap mengucurkan dana untuk merenovasinya。 Masalahnya,dana APBN tak bisa turun untuk properti yang bukan milik negara。

Sirkuit tersebut dikuasai PT Sentul国际赛车场。 Pemiliknya adalah Hutomo Mandala Putra,anak mantan Presiden Soeharto。 “Sirkuit itu milik swasta.Jadi APBN tidak bisa masuk,”kata Menpora Imam Nahrawi。

2. Memilih tiga sirkuit alternatif

Setelah Sirkuit Sentul gagal,ada tiga opsi pengganti。 Pertama,merenovasi kompleks Gelora Bung Karno sebagai 场地 MotoGP。 Caranya dengan membangun sirkuit半永久性。 Konsepnya bisa mengadopsi seperti sirkuit jalanan di Singapura。

Kedua,membangun sirkuit baru di tanah milik negara atau Pemprov。 Ini bisa dilakukan seperti di Palembang,Sumatera Selatan,dan pintu tol Cisundawu,sekitar Cikampek,Jawa Barat。

Ketiga,mewujudkan cita-cita Pemprov DKI Jakarta yang sempat mewacanakan untuk membangun Jakarta International Circuit。 Letaknya di Tegal Alur。 Sekitar kawasan Bandara International Soekarno Hatta。

“Kami sedang bicarakan alternatifnya。Intinya,untuk sirkuit,negara tidak mau mengeluarkan anggaran pembebasan lahan.Jadi lahan ada,siap bangun,”ujar Gatot S Dewa Broto,Deputi V Kemenpora。

3. Membuat'总体规划'

Pada pertemuan,Rabu,3 Februari lalu antara Dorna dan pemerintah di Jakarta,salah satu hal krusial yang dipertanyakan adalah masterplan penyelenggaraan。

总体规划tersebut seharusnya diberikan pada 30 Januari,tapi diundur karena ada perubahan sirkuit。 Padahal, 总体规划 berfungsi sebagai syarat utama tuan rumah。 Di dalamnya dibahas semua teknis penyelenggaraan。 Termasuk sirkuit杨digunakan oleh印度尼西亚。 Apakah sesuai标准的MotoGP atau tidak。

''Yang paling penting dibutuhkan segera总体规划dan kontrak,''kata Gatot Dewo Broto。

4. Negoisasi ulang kontrak

Setelah pertemuan 3 Februari tersebut,bakal ada renegoisasi kontrak terkait dengan dana yang harus dibayarkan sebagai tuan rumah dan syarat pendukung agar menjadi tuan rumah。

Rencananya,renegoisasi ini akan dilakukan dalam dua pekan ke depan sembari menyiapkan sirkut alternatif。

''Setelah pertemuan hari Rabu itu,Dorna bakal ke Indonesia。 Tapi yang datang首席执行官Dorna karena akan ada renegoisasi tadi,''ujar Menpora Imam Nahrawi。 -Rappler.com

BACA JUGA:

免责声明:本文来自名仕亚洲官网新闻客户端自媒体,不代表名仕亚洲官网的观点和立场。